Showing posts with label Green Action. Show all posts
Showing posts with label Green Action. Show all posts

Saturday, April 27, 2013

8 Cara sederhana mengatasi Global Warming

*Dimuat di Enviro Corner Edisi 3, Mading Himpunan Mahasiswa

Teknik Lingkungan Universitas Lambung Mangkurat.

Oleh Laskar Enviro12*



1. Berusaha Membatasi Penggunaan Kertas Juga Tissue

12 rim kertas setara dengan 1 pohon dewasa dengan usia 5 tahun ke atas. 12 rim tersebut mungkin angka yang digunakan manusia per minggunya. Dengan demikian, boleh jadi satu manusia menggunakan 1 pohon per minggunya. Karena itu, salah satu cara mengatasi global warming adalah dengan menanamkan pikiran betapa berbahayanya jika kita menggunakan kertas secara berlebihan. Gunakan email saat ingin berkirim surat, gunakan perangkat CD saat ingin memuat lampiran laporan kantor, gunakan lap dan kurangi penggunaan tissue serta pakai undangan online ketimbang undangan konvensional dari kertas yang sekali berita sampai akan menjadi sampah hanya dalam waktu semenit.

2. Gunakan Bola Lampu Neon

Memang cahaya lampu pijar jauh lebih apik ketimbang lampu neon. Hanya saja, energi yang digunakan lampu yang serupa cahaya bulan ini sangat tinggi jika dibandingkan neon. Pemborosan energi tentu berbahaya bagi bumi.

 3. Jangan Gunakan Screen Saver

Screen saver pada laptop atau komputer Anda bisa memicu meningkatnya produksi zat emisi yang berperan mempercepat pemanasan global. Screen saver pada komputer menggunakan energi juga mengeluarkan emisi Co2. Jadi, lebih baik shut down jika Anda tak menggunakan laptop atau komputer ketimbang mengaktifkan screen saver.



4. Periksa Kondisi Ban Kendaraan Anda

Mungkin hal ini sepele, namun ban yang kurang baik akan membuat laju kendaraan Anda melambat dan hal ini tentu akan menambah beban polusi pada bumi. Jadi, jeli memeriksa ban Anda ya!

5. Buka Jendela Anda

Membuka jendela rumah Anda lebih lebar, karena jika tidak dibuka menyebabkan sirkulasi udara yang terjebak di dalam rumah akan mengkonsumsi energi lagi. Selain itu, Anda bisa merasakan kesejukan udara dan mengurangi penggunaan AC. Alat electronic berperan menyumbang gas emisi!


6. Memilih Pupuk Organik

Pupuk non-organik bisa menimbulkan Gas Rumah Kaca yang jauh lebih besar ketimbang CO2. Terlebih jika pupuk non organik tersebut mengandung nitrogen yang akan diuran menjadi N20. Berbahaya! Gunakan pupuk organik saja. Selain sehat juga aman bagi bumi kita!


7. Rajin Menanam Pohon

Pohon diberi kemampuan unntuk mendaur ulang udara sehingga lebih segar, menjaga kesehatan bumi serta menjadi pengunci tanah sehingga bencana semisal longsor bisa dihindari. Tanamlah pepohonan semisal bamboo seba ia memiliki kemampuan menyerap co2 4 kali lebih besar ketimbang jenis pohon lainnya.

8. Gunakan Kendaraan Umum

Selain membantu mengurai kemacetan, kebiasaan Anda menggunakan kendaraan umum merupakan cara mengatasi global warming yang sederhana. Jumlah kendaraan pribadi di cukup tinggi dan berperan menyumbangkan hampir 80% polutan.


 Dari berbagai sumber

Saturday, March 23, 2013

Serat Cukup, Tubuh Sehat



*Dimuat di Enviro Corner, Mading Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Lambung Mangkurat. Oleh Laskar Enviro12*

Untuk jadi Mahasiswa aktif,  kreatif dan dinamis diperlukan semangat tinggi dan niat kuat yang didukung oleh tubuh dan sehat. Seperti ungkapan latin “Mens Sana In Corpore Sano : “Di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat. Salah satu komponen yang diperlukan tubuh adalah serat, yaitu karbohidrat kompleks yang terkandung dalam makanan nabati. Manfaatnya antara lain dapat menurunkan gula darah, kolesterol, dan bahkan dapat mencegah kanker usus besar, dan membantu mencegah terjadinya penyakit wasir. Sayangnya, masih banyak orang yang kurang mencukupi kebutuhan serat harian yang dianjurkan, yaitu 25-40 gram per hari.
Jenis Jenis Makanan Berserat Tinggi :
I  Beras Merah : Setiap cangkir beras merah mengandung 3,5 gram serat. Penelitian di Harvard baru-baru ini menemukan bahwa, makan lebih dari 5 porsi nasi putih dalam seminggu meningkatkan risiko Diabetes tipe 2 sebesar 17 persen. Namun jika kita menambahkan beberapa porsi beras merah per minggu akan dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 11 persen.

I  Buah Alpukat : Buah Alpukat merupakan salah satu sumber serat yang tinggi. Setiap 2 sendok makan alpukat mengandung sekitar 2 gram serat dan pada setiap satu buah utuh mengandung sekitar 10 gram serat. Alpukat juga merupakan sumber yang sangat baik dari lemak tak jenuh yang dapat membantu menurunkan kolesterol dan mengurangi risiko penyakit jantung.

I  Jagung : Berbagai jenis jagung memiliki kandungan nutrisi antioksidan. Pada sekitar setengah cangkir biji jagung, mengandung 2 gram serat. Popcorn juga merupakan sumber makanan kaya serat dan rendah kalori. Popcorn dapat menyediakan sekitar 3,5 gram asupan serat per tiga cangkir penyajian.

I Gandum : Pada gandum utuh unsur-unsur gizi dan serat masih utuh, sehingga menjadikan gandum dalam makanan sehari-hari adalah pilihan diet yang baik untuk memenuhi asupan serat harian.

I Sayur Brokoli : Selain mencegah kanker, sayuran ini juga mengandung serat beberapa. Sekitar 5.1 gram serat dapat diperoleh dari secangkir brokoli rebus.

I Buah Apel : Kita harus makan apel berikut dengan kulit nya jika ingin mendapatkan seratnya dan beberapa zat kimia bermanfaat lainnya. Sebuah apel ukuran biasa dapat mengandung sekitar 4,4 gram serat.
Demikian beberapa Jenis Jenis Makanan Berserat Tinggi yang EnCo rangkum dari berbagai sumber. Serat tidak hanya baik untuk kesehatan sistem pencernaan tapi juga membantu diet penurunan berat badan dan menjaga tubuh tetap sehat. Pastikan kebutuhan serat tercukupi, Sayur dan buah sudah pasti merupakan sumber serat yang utama. Tapi kamu bisa menambahkan asupan serat dari makanan selain sayur dan buah segar. Semoga bermanfaat!
Dari berbagai sumber w


Monday, February 18, 2013

Green Action : Kurangi Penggunaan Plastik



Kantong Plastik Jadi Musuh di Italia

Sejak awal tahun 2011, rakyat dan pemerintah Italia sepakat menyatakan perang. Kali ini genderang perang tak mereka tabuh untuk memerangi mafia, melainkan tas kresek (kantong plastik sekali pakai). Perdana Menteri (PM) Silvio Berlusconi mengeluarkan aturan yang melarang toko dan supermarket menggunakan tas kresek.
"Dekrit yang mulai berlaku 1 Januari 2011 itu terobosan terbaru pemerintah memerangi plastik. Masyarakat harus bersikap lebih dewasa menjaga lingkungan,” kata Menteri Lingkungan Hidup Italia, Stefania Prestigiacomo. Dengan aturan itu, Italia menjadi negara pertama Uni Eropa (UE) yang memberlakukan larangan pemakaian tas kresek. Terbetik kabar, Prancis juga segera memberlakukan aturan serupa. Sejumlah perusahaan pertokoan sudah menyingkirkan tas kresek untuk belanja. Bahkan jaringan hypermarket terbesar di dunia, Carrefour, sejak Maret 2007, tak lagi membagikan tas kresek gratis kepada konsumen. Mereka yang membutuhkan kantong untuk membawa belanjaan harus membelinya.
Sebelum itu, Inggris serta Belgia, Belanda dan Jerman juga melarang tas kresek untuk tempat belanjaan. Tapi, empat negara tadi tak sampai menjadikan larangan itu sebagai aturan pemerintah. Yang banyak terjadi adalah bahwa pemerintah sejumlah negara Eropa sekadar memungut pajak dari penggunaan tas kresek.
Dibanding negara-negara Eropa lainnya, pemakaian tas kresek di Italia tertinggi. Tiap tahun masyarakat Italia menggunakan sedikitnya 20 miliar kantong plastik. Artinya, tiap orang membuang sekitar 300 tas kresek tiap tahun.
Legambiente (organisasi lingkungan hidup Italia) optimistis Italia akan mampu memangkas emisi karbondioksida. "Larangan menggunakan tas kresek untuk belanja yang terbuat dari polythene (plastik) itu akan mengurangi emisi CO2 sampai sekitar 180 ribu ton," ungkap Legambiente. Berdasar survei lembaga tersebut, hampir seluruh warga Italia pun mendukung larangan pemakaian kantong plastik itu.         news.liputan6.com/.../penggunaan-kantung-plastik-dilarang 30 Des 2010


Hingga saat ini, telah banyak negara yang melakukan hal serupa seperti Cina dan India. Nah, kapan ya, negara kita ikut aktif melestariakan lingkungan ? Bagaimana mungkin membiasakan masyarakat kita agar sadar dan peduli terhadap lingkungan jika para pemimpin kita tidak tegas dalam masalah ini. Di tambah lagi, sosialisasi pelestarian lingkungan juga sangat minim dilakukan di Indonesia. Kalau pun ada, informasi yang diberikan tidak sampai hingga ke semua lapisan masyarakat. Sudah sepatutnya kita yang mengerti permasalahan ini untuk bertindak. Ada banyak hal sederhana yang bisa kita lakukan, salah satunya dengan mengurangi sampah itu sendiri. Perubahan besar di mulai dari satu langkah kecil. Ayo, teman-teman! Kita tumbuhkan kesadaran akan lingkungan dalam diri kita sendiri dan tularkan ke sekitar kita!