Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Monday, September 16, 2013

Museum Sepi ? Why ??


Dari Wikipedia, Museum, berdasarkan definisi yang diberikan International Council of Museums disingkat ICOM, adalah institusi permanen, nirlaba, melayani kebutuhan publik, dengan sifat terbuka, dengan cara melakukan usaha pengoleksian, mengkonservasi, meriset, mengomunikasikan, dan memamerkan benda nyata kepada masyarakat untuk kebutuhan studi, pendidikan, dan kesenangan. Karena itu ia bisa menjadi bahan studi oleh kalangan akademis, dokumentasi kekhasan masyarakat tertentu, ataupun dokumentasi dan pemikiran imajinatif pada masa depan.

Di Indonesia, bisa jadi ada ratusan (ga pernah tau persis) museum yang menyimpan benda benda peninggalan dari masa lampau. Mulai dari zaman prasejarah, kerajaan-kerajaan Hindu, Budha, Islam, era penjajahan hingga peninggalan penting lainnya tersimpan rapi di sana. Museum bisa menjadi tempat untuk mempelajari sejarah Indonesia secara menyenangkan. Siapa coba yang ga suka jalan-jalan ? Yah, sekalian menambah wawasan, sambil rekreasi atau cuci mata :D

Pengalaman pribadi, baru museum Mulawarman dan Museum Kayu di Tenggarong, Kutai Kartanegara dan juga Museum Lambung Mangkurat di Banjarbaru yang sudah aku perhatikan baik-baik.  Kalau museum di Sragen, di Prambanan, di Kraton Yogyakarta dan Monas, sekali liat aja sambil lewat (maklum cuman liburan). Bedanya museum di Kalimatan yang sering aku kunjungin, jauh lebih sepi di hari biasa dibanding museum yang  ada di Jawa. Mungkin karena museum di Jawa ada di antara objek objek wisata yang sudah populer. Sepi dan berasa angker (karena isinya barang tua dari zaman dulu). Tapi apa cuman itu yang bikin sepi ?


Menurutku, museum sepi karena museum membosankan. Bagaimana tidak bosan kalau dari aku kecil sampai dewasa, isinya cuman itu-itu saja, tata letaknya pun di situ-situ saja. Bahkan sudah banyak benda yang dulu bisa ku lihat, sudah tidak ada lagi sana. Entah karena rusak dimakan usia atau dicuri. Apalagi jika museumnya terletak di daerah bukan tujuan utama pariwisata, bisa jadi pengurus museum cuman berjaga, melaksakan abseensi tiap hari kerja karena gaji dan kurang memperhatikan museumnya. Jadi kondisi museumnya, yaah, seadanya saja. Terkikis guratan waktu, terlupa oleh zaman.

Akan lebih menyenangkan seandainya setiap tahun selalu ada pajangan baru dan tata letak baru. Apalagi kalau sejak Taman Kanak Kanak sampai SMA ada kurikulum pelajaran yang mewajibkan berkunjung ke museum, maksudnya biar museum selalu ramai dan tidak dilupakan sehingga tidak kehilangan fungsinya sebagai pusat studi. Jangan sampai kita dan generasi berikutnya tidak peduli dengan museum bahkan sejarah Indonesia. Karena sekarang saja, kita sudah lemah dalam penghayatan sejarah Indonesia sendiri, apalagi nanti. Menurut George Santayana, seorang penyair dan filsuf Amerika asal Spanyol terkenal:
 "Mereka yang tidak bisa mengingat sejarah, terkutuk untuk mengulanginya."

Na’udzubillahi mindzalik. Jangan sampai deh, kita balik ke zaman prasejarah, apalagi zaman penjajahan.

Saturday, December 1, 2012

Tips Memilih Jurusan yang Tepat

Jadi Mahasiswa :)
Mahasiswa, sebuah lebel yang kini ku sandang. Bangga pada diri sendiri, so pasti. Apalagi jadi mahasiswa di perguruan tinggi negeri. Yaah, meski bukan di tempat yang diidamkan sebelumnya. Tapi aku yakin, inilah tempat terbaik, jawaban dari semua perjuangan sepanjang 2012 ini dan wajib untuk disyukuri.
Boleh dong aku bersorak sorai merayakan kenaikan pangkat dari siswa jadi mahasiswa Karena, akhirnya aku sampai di masa yang sudah ku nanti dengan rasa penasaran selama setengah tahun terakhir (awal 2012- Juni 2012). Sebenarnya rasa penasaran itu sudah terjawab sejak pengumuman resmi hasil SNMPTN 2012 .
Jadi mahasiswa, nggak semudah keliahatannya. Sudah susah ngerjain soal soal seleksinya, susah juga memilih jurusan yang pas dengan kita. Belum lagi, perlu diadakan diplomasi panjang sama ortu yang membiayai dan yang memberi restu kita untuk melangkah lebih jauh. Apalagi harus kita harus nurut sama maunya ortu, kadang sampai menguras emosi untuk sampai pada hasil yang sesuai dengan kita.
Dan disinilah aku berlabuh, di Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru, jurusan Teknik Lingkungan. Setelah diplomasi panjang tiap malam sebelum daftar SNMPTN, aku taruh deh UNLAM di pilihan kedua, hehehe. Setelah menginjakkan kaki di sini, banyak orang bertanya-tanya: “Kenapa nggak kuliah di Samarinda aja Rim?”. Jawabanya Cuma 1 aja sebenarnya: aku mau berpetualang di luar kota. Aku yakin, belajar dimana saja, ilmunya sama. Yang beda adalah pengalamanya. Maklum, kualitas unlam-unmul kurang lebih sama
Yaaaah, itu tadi sekilas cerita jadi MaBa. Rasanya baru kemarin berjuang di SNMPTN 2012. Nggak kerasa sudah mau SNMPTN 2013. Buat aku, cukup sekali yang kemarin aja. SNMPTN itu mirip ajang adu keberuntungan. Tidak hanya uji kepandaian, dibutuhkan juga strategi dan keberuntungan biar nggak usah nyoba lagi tahun depan. Makanya jangan sampai salah jurusan biar hemat usia dan dana.
Nah, bagaimana memilih jurusan dan universitas yang tepat untuk kita? aku kasih saran deh
1. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menyadari kemampuan kita sendiri. Tanyakan pada dirimu sendiri,”bakatku apa ya?” atau “minatku apa ya?”. Lalu hubungkan “cita-citaku apa?” dan “apa yang ingin aku lakukan nanti?” . Dengan begitu, kamu bisa menemukan passion-mu dan lebih yakin memilih jurusan yang sesuai dengan bakat dan minat. Tanyakan juga pendapat teman dekat dan gurumu. Biasanya mereka punya saran yang bagus untuk jadi bahan pertimbangan.
2. Carilah info sebanyak-banyaknya tentang jurusan yang kamu minati plus perguruan tingginya. Apakah mata kuliahnya cocok untukmu, ketahui apa-apa saja yang akan dipelajari dan prospek masa depannya. Buatlah daftar perguruan tinggi yang mungkin jadi pilihanmu. Susunlah sesuai peringkat universitas dan jangan lupa:
- Perhatikan peminat tahun lalu dan kapasistas tahun ini. Carilah peluang terbesar dengan membandingkan peminat tahun lalu dan kapasitas tahun ini.
- Cari info biaya yang dikeluarkan selama menempuh pendidikan plus biaya hidup jika diluar kota. Hal ini sangat penting disesuaikan dengan kemampuan ekonomi agar kuliah lancaaaar.
3. Sampaikan kepada orang tuamu, apa yang sudah kamu putuskan dan tanyakan pendapat mereka *minta restu*. Apakah mereka mendukung? Kalau belum, sebaiknya ajak mereka berunding dalam memilih jurusan yang tepat buatmu. Jangan patah semangat! Walau orang tua kita kurang mengerti dengan kehendak kita, tapi mereka lebih tau yang terbaik untuk kita. Percayalah!
Good Luck